
Mahasiswa program Doktor Ilmu Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta turun mengabdi di Dukuh Mranggen, Mangunsari, Gunungpati-Semarang untuk memberikan pelatihan pemanfaatan daun kelor celup sebagai minuman kesehatan tubuh pencegah hipetensi bersama kader-kader PKK dukuh setempat. Ketua kelompok pengabdian masyarakat apt. Erna Prasetya Ningrum, M.Sc melaporkan bahwa pentingnya kegiatan ini dilakukan untuk mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan tanaman obat khususnya daun kelor (Moringa oleifera) dan cara pengolahannya sebagai minuman kesehatan. Daun kelor telah lama dikenal memiliki potensi besar dalam kesehatan manusia karena kandungan nutrisi yang kaya serta sifat-sifat antioksidannya. Dengan mengedukasi masyarakat tentang cara yang benar untuk mengolah daun kelor sebagai minuman kesehatan, maka dapat meningkatkan pemahaman kader-kader PKK tentang manfaat dan potensi penggunaannya dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan secara umum. Selain itu, upaya ini juga dapat mempromosikan keberlanjutan penggunaan sumber daya alam secara bijak serta memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menjaga keanekaragaman hayati dan sumber daya alam lokal. Melalui pengetahuan dan pemahaman yang ditingkatkan, diharapkan masyarakat dapat mengambil manfaat maksimal dari tanaman obat seperti daun kelor untuk mendukung gaya hidup sehat dan berkelanjutan. Kegiatan ini dinilai penting untuk dilakukan yang dimulai dari kalangan paling dekat dengan masyarakat yaitu kader-kader PKK.




Dalam memperingati hari Trisuci Waisak 2023 yang diadakan di komplek Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) bekerjasama dengan Program Doktor Ilmu Farmasi Universitas Gadjah Mada mengadakan kegiatan bakti sosial kesehatan yang juga merupakan salah satu kegiatan rutin pengabdian masyarakat mahasiswa Program Doktor dan dibimbing oleh Dosen Program Studi, ibu Anna Wahyuni Widayanti. Kegiatan ini diselenggarakan setiap tahun dalam rangka perayaan Waisak yang diikuti oleh seluruh masyarakat di Kabupaten Magelang dan sekitarnya. Selain itu kegiatan ini juga selaras dengan semangat Sang Buddha Sidharta Gautama untuk mencintai sesama, cinta kasih kedamaian dan pengorbanan tanpa pamrih yang patut kita tiru dan teladani dalam kehidupan sehari-hari.