Oleh
Diah Pratimasari
Mahasiswa Doktor Ilmu Farmasi, Fakultas Farmasi UGM
Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional
Paparan sinar matahari yang tinggi berpotensi untuk merusak kulit. Kulit yang terpapar radiasi sinar UV dapat mengalami beberapa masalah seperti kulit kusam, dehidrasi, kemerahan, penuaan dini seperti munculnya flek-flek hitam dan kerutan, bahkan risiko terjadinya kanker kulit. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah efek buruk dari radiasi sinar UV adalah dengan menggunakan tabir surya. Berdasarkan cara kerja utamanya, tabir surya dapat dibagi menjadi tabir surya kimia (chemical sunscreen) dan tabir surya fisik (physical/mineral sunscreen). Tabir surya kimia bekerja dengan menyerap sinar UV agar tidak merusak jaringan kulit. Contohnya adalah Mexoryl SX, Oxybenzone dan Octinoxate. Sedangkan tabir surya fisik bekerja dengan cara memantulkan radiasi sinar UV sehingga tidak masuk ke dalam kulit, contohnya adalah berbagai mineral seperti Titanium Dioxide (TiO2) dan Zinc Oxide (ZnO) [1]. Selain dua cara kerja tersebut, terdapat tabir surya dari bahan alam yang melindungi kulit melalui aktivitas antioksidan, contohnya turunan fenolik dan flavonoid seperti caffeic acid, aloin, dan benzoic acid.





Farmasi UGM – Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada kembali mencatatkan prestasi yang membanggakan dalam pelaksanaan Wisuda Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2024/2025 yang digelar pada Rabu, 23 April 2025 di Grha Sabha Pramana (GSP) UGM. Dua wisudawan dari Program Studi Doktor Ilmu Farmasi, Noor Cahaya dan Hening Pratiwi, berhasil meraih IPK sempurna 4,00. Capaian ini menjadi bukti nyata ketekunan, dedikasi, dan kualitas akademik luar biasa yang ditunjukkan oleh keduanya sepanjang masa studi.
Farmasi UGM – Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada menyelenggarakan kegiatan Orientasi Akademik bagi Mahasiswa Baru Program Pascasarjana Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025 bertempat di Auditorium Gedung APSLC Lantai 8 dan Ruang Kuliah Unit IX Fakultas Farmasi.