Yogyakarta, 13 November 2025 — Mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Farmasi, Fakultas Farmasi UGM, melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Edukasi Apoteker Cilik: Pengenalan Dasar Farmasi dan Kesehatan Diri” yang ditujukan kepada siswa kelas 5 SD Muhammadiyah Kleco, Kotagede, Yogyakarta. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Sekolah, Hernawan Priyantoro, M.Pd., serta didampingi oleh para pembimbing PkM dari UGM: Dr. apt. Woro Harjaningsih, S.Si., Sp.FRS; Dr. Purwantiningsih, S.Si., M.Si., Apt.; dan apt. Rumiyati, S.Si., M.Si., Ph.D.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan peran apoteker serta memberikan pemahaman dasar mengenai cara kerja obat dalam tubuh, pentingnya penggunaan obat yang benar, dan upaya menjaga kesehatan diri melalui pola makan bergizi. Sebanyak 74 siswa dari tiga kelas (Amanah, Fathonah, dan Tabligh) mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias.
Rakhmadhan Niah selaku ketua tim PkM menjelaskan bahwa memperkenalkan profesi apoteker sejak dini sangat penting agar anak-anak lebih memahami penggunaan obat yang aman. “Kami ingin anak-anak tidak hanya tahu bentuk obat, tetapi juga memahami bahwa obat harus digunakan sesuai aturan dan bahwa apoteker berperan besar dalam menjaga keamanan obat,” ujarnya.
Kegiatan diawali dengan pretest untuk mengukur pemahaman awal siswa. Penyampaian materi dilakukan dalam dua sesi, yang meliputi pengenalan profesi apoteker, cara kerja obat, bentuk sediaan obat yang umum dikonsumsi anak-anak, hingga pentingnya makan makanan bergizi untuk membantu sel tubuh tumbuh kuat dan mencegah stunting.
Materi pertama disampaikan oleh Beti Pudyastuti, yang mengenalkan tugas apoteker serta pentingnya uji keamanan obat sebelum digunakan oleh masyarakat. Materi kedua disampaikan oleh Devi Nisa Hidayati yang membahas cara minum obat yang baik dan benar, serta pengaruh makanan sehat dalam menjaga kesehatan tubuh. Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan mini quiz yang dipandu oleh Kiki Amelia dan Hafizh Amrullah. Antusiasme siswa terlihat dari banyaknya peserta yang berebut menjawab pertanyaan. Hadiah diberikan kepada siswa yang berhasil menjawab dengan benar.
Posttest dilakukan di akhir kegiatan untuk melihat peningkatan pemahaman siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar siswa telah memiliki pengetahuan cukup baik tentang obat dan kesehatan diri, dengan nilai rata-rata mencapai 95. Kegiatan ditutup dengan harapan bahwa para siswa dapat menjadi agen perubahan kecil di lingkungannya dengan membagikan pengetahuan mengenai penggunaan obat yang benar kepada keluarga dan teman-teman mereka.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa UGM berharap dapat turut berkontribusi dalam meningkatkan literasi kesehatan pada anak sekolah dasar, serta memperkuat kesadaran masyarakat akan pentingnya penggunaan obat yang aman dan bertanggung jawab. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini selaras dengan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 3 terkait kesehatan dan kesejahteraan, SDG 4 terkait pendidikan berkualitas, serta SDG 17 yang menekankan pentingnya kemitraan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan.