SLEMAN – Mahasiswa program Doktor Ilmu Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi dengan masyarakat Desa Jaban RT 01 RW 25, Sinduharjo, Ngaglik, Sleman, untuk menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Cerdas Gunakan Obat: Edukasi Metode Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang (DAGUSIBU) untuk Masyarakat Jaban”.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, 2 November 2025 ini diikuti oleh 30 peserta dari kalangan ibu-ibu Dasawisma. Materi edukasi disampaikan langsung oleh mahasiswa Prodi Doktor Ilmu Farmasi UGM yakni Arman Rusman, Agitya Resti Erwiyani, Dewi Rahmawati, Nuralifah, dan Tsania Taskia Nabila, dengan bimbingan tiga dosen Fakultas Farmasi UGM, yaitu Dr. apt. Muthi’ Ikawati, M.Sc., Prof. Dr. apt. Susi Ari Kristina, S.Farm., M.Kes., dan apt. Navista Sri Octa Ujiantari, S.Farm., M.Sc., Ph.D.
Menjawab Tantangan Penggunaan Obat di Masyarakat
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam menggunakan obat secara tepat sehingga efektifitas penggunaan obat lebih baik. Kegiatan ini dilakukan secara interkatif. Selain itu kegiatan ini juga menjadi Langkah mendukung program pemerintah serta organisasi profesi Ikatan apoteker Indonesia (IAI) dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai tata cara penggunaan obat yang baik dan benar.
Kegiatan ini menjadi penting dikarenakan penggunaan obat secara tepat dan efisien sangan memengaruhi efektivitas obat. Berdasarkan temuan beberapa peneltian masih banyak masayarakat yang belum memahami cara menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Berbagai masalah seperti penggunaan obat tidak sesuai aturan, pembuangan obat secara sembarangan, serta pembelian obat tanpa resep dapat menimbulkan beberapa masalah diantaranya keracunan obat karena dosis nda tepat serta resistensi antiobiotik karena penggunaan tidak teratur, hingga keracunan karena pembelian tidak menggunakan resep, serta pencemaran lingkungan akibat pembuangan obat secara sembarangan.
Hal tersebut yang kemudian dijadikan dasar oleh mahasiswa Doktor Ilmu Farmasi UGM memberikan program edukasi DAGUSIBU untuk mengajarkan masyarakat empat prinsip penting: mendapatkan obat secara benar, menggunakannya sesuai aturan, menyimpannya agar tetap aman, dan membuangnya dengan cara ramah lingkungan.
Metode Partisipatif yang Melibatkan Masyarakat
Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan menempatkan masyarakat sebagai sasaran utama dalam proses edukasi. Dalam pelaksanaan kegiatan masyarakat diajak berdiskusi mengenai pengalaman penggunaan obat meliputi cara mendapatkan, menggunakan, dan membuang obat. Setelah berdiskusi peserta diberikan materi mengenai cara penggunaan obat kemudian peserta melakukan simulasi role play untuk mempraktikkan cara mendapatkan dan menyimpan obat dengan benar, serta mengenali tanda-tanda obat yang tidak layak pakai. Antusiasme warga sangat tinggi dalam kegiatan ini, Salah satu peserta, Siti, mengaku senang bisa terlibat langsung dalam simulasi. “Biasanya kami cuma dengar teori, tapi kali ini bisa langsung praktik. Jadi lebih paham,” ujarnya sambil tersenyum.
Dampak dan Harapan
Pemilihan desa Jaban dikarenakan berdasarkan hasil survey awal masyarakat pada desa ini belum pernah mendapatkan edukasi mengenai tata cara penggunaan obat yang meliputi cara menggunakan, menyimpan, dan membuang obat dengan benar. Sehingga perlu dilakukan edukasi mengenai hal tersebut. Kesalahan dalam penggunaan obat bisa menimbulkan beberapa masalah baru terkait Kesehatan Maupun lingkungan.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari peserta terlihat dari antusiasme dari peserta pada saat diskusi maupun simulasi role play. Serta peningkatan pemahaman masyarakat melalui peningkatan nilai prestest dan posttest mengenai konsep DAGUSIBU Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warga desa kami, Saya berharap akan ada kegiatan lagi di desa kami dengan materi-materi lain terkait Kesehatan oleh dosen dan mahasiswa doktor farmasi UGM“ Ujar Damayanti Andriyani Siswandi, S.Pd sebagai ketua dasawisma Tim pengabdi berharap, setelah kegiatan ini, ibu-ibu Dasawisma dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya dengan menularkan pengetahuan tentang pengelolaan obat yang aman dan bertanggung jawab. “Kami ingin memulai dari langkah kecil, yakni memberikan pemahaman yang benar tentang obat kepada masyarakat. Bila setiap keluarga bisa menerapkan prinsip DAGUSIBU, maka kesehatan masyarakat secara keseluruhan akan meningkat,” ujar salah satu anggota tim mahasiswa doktoral UGM.
Dengan semangat kolaborasi dan keterlibatan aktif warga, kegiatan edukasi ini bukan hanya menjadi ajang belajar, tetapi juga wujud nyata komitmen dunia akademik dalam memperkuat literasi kesehatan di tingkat masyarakat.