Edukasi Kader Puskesmas: Mahasiswa UGM Tingkatkan Pemahaman Efek Samping Obat

Edukasi Kader Puskesmas: Mahasiswa UGM Tingkatkan Pemahaman Efek Samping Obat

Gunungkidul, Yogyakarta — Mahasiswa Program Studi Doktor Ilmu Farmasi, Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa penyuluhan bertema “Edukasi Kader Kelola Efek Samping Obat (ESO)” di Puskesmas 1 Playen, Gunungkidul.

Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan pemahaman para kader kesehatan terkait efek samping obat atau Adverse Drug Reaction (ADR) — reaksi yang dapat menimbulkan komplikasi serius, meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas, serta menambah beban biaya kesehatan apabila tidak ditangani secara tepat.

Ahmad Suriyadi Muslim, selaku ketua tim pengabdian, menyampaikan bahwa kegiatan ini menargetkan kader puskesmas karena peran mereka sebagai penghubung utama antara masyarakat dan fasilitas kesehatan tingkat pertama. “Penting bagi kader untuk selalu memperbarui pengetahuan terkait efek samping obat agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat akurat dan bermanfaat,” ujarnya saat membuka kegiatan.

Penyuluhan berlangsung selama 1,5 jam, dengan sesi awal berupa pretest untuk mengetahui pemahaman awal peserta. Materi pertama disampaikan oleh  Anggi Restyana, yang mengenalkan pengertian efek samping obat. Sesi dilanjutkan oleh Anis Febri Nilansari mengenai pentingnya melaporkan ESO kepada petugas kesehatan.

Antusiasme peserta terlihat dari diskusi interaktif yang berlangsung. Beberapa pertanyaan muncul, di antaranya terkait perbedaan harga obat, kualitas obat generik, hingga pengalaman pribadi dalam menghadapi reaksi alergi obat. Ni Putu Udayana Antasari menjelaskan bahwa variasi harga obat dipengaruhi bahan baku dan proses produksi, sementara obat generik memiliki mutu yang sama dengan obat bermerek. Menanggapi kisah salah satu kader, Pande Made Desy Ratnasari menjelaskan bahwa hentinya penggunaan obat saat muncul bentol dan gatal merupakan langkah yang tepat, pertanda kemungkinan alergi terhadap golongan obat kortikosteroid.

Kegiatan ditutup dengan pengisian posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta. Bella Audina Sari, Amd.Gz, selaku perwakilan Puskesmas sekaligus ketua kader, menyampaikan apresiasi atas kegiatan ini. “Kami berterima kasih kepada mahasiswa UGM atas ilmu yang diberikan. Semoga kegiatan seperti ini berlanjut agar kader makin siap menjadi penghubung masyarakat dan puskesmas,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UGM berharap para kader dapat lebih tanggap dalam mengenali serta menindaklanjuti efek samping obat di masyarakat. Edukasi semacam ini menjadi langkah konkret dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sadar dan cerdas dalam penggunaan obat.