Oleh
Diah Pratimasari
Mahasiswa Doktor Ilmu Farmasi, Fakultas Farmasi UGM
Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nasional

Paparan sinar matahari yang tinggi berpotensi untuk merusak kulit. Kulit yang terpapar radiasi sinar UV dapat mengalami beberapa masalah seperti kulit kusam, dehidrasi, kemerahan, penuaan dini seperti munculnya flek-flek hitam dan kerutan, bahkan risiko terjadinya kanker kulit. Upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah efek buruk dari radiasi sinar UV adalah dengan menggunakan tabir surya. Berdasarkan cara kerja utamanya, tabir surya dapat dibagi menjadi tabir surya kimia (chemical sunscreen) dan tabir surya fisik (physical/mineral sunscreen). Tabir surya kimia bekerja dengan menyerap sinar UV agar tidak merusak jaringan kulit. Contohnya adalah Mexoryl SX, Oxybenzone dan Octinoxate. Sedangkan tabir surya fisik bekerja dengan cara memantulkan radiasi sinar UV sehingga tidak masuk ke dalam kulit, contohnya adalah berbagai mineral seperti Titanium Dioxide (TiO2) dan Zinc Oxide (ZnO) [1]. Selain dua cara kerja tersebut, terdapat tabir surya dari bahan alam yang melindungi kulit melalui aktivitas antioksidan, contohnya turunan fenolik dan flavonoid seperti caffeic acid, aloin, dan benzoic acid. read more