Mahasiswa Program Doktor Ilmu Farmasi Universitas Gadjah Mada Melakukan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Pelatihan Cara Edukasi Remaja Cerdas dan Aktif (CERIA) Berbasis Flashcard untuk Meningkatkan Literasi Farmakovigilans dan Pencegahan Penyakit Tidak Menular (PTM) pada Siswa SMA di SMK SMF Indonesia Yogyakarta

Kegiatan pengabdian dilaksanakan oleh mahasiswa Program Doktor Ilmu Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta di SMK SMF Indonesia Yogyakarta untuk memberikan pelatihan peningkatan literasi farmakovigilans dan pencegahan penyakit tidak menular bagi siswa SMA pada hari Kamis, 13 November 2025.

Ketua kelompok pengabdian, Broto Santoso menyampaikan bahwa kegiatan ini dilakukan karena pentingnya pengetahuan mengenai pengobatan penyakit tidak menular serta farmakovigilans yang berkaitan dengan deteksi, penilaian, pemahaman, dan pencegahan efek samping obat. Penyakit tidak menular membutuhkan terapi jangka panjang dimana pemahaman pasien mengenai potensi efek samping selama pengobatan perlu ditingkatkan untuk menjamin keberhasilan dan keamanan terapi. Siswa SMA rentan terhadap penyakit tidak menular dari perkembangan gaya hidup saat ini yang kemudian menjadi faktor resiko PTM. Pemberian edukasi kepada siswa SMA mengenai keamanan penggunaan obat sangat penting untuk mencegah perkembangan penyakit tidak menular di masa depan dan meningkatkan keamanan penggunaan obat.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat diikuti oleh siswi SMK SMF Indonesia Yogyakarta kelas X sejumlah 29 siswa yang merupakan siswa jurusan farmasi dan dihadiri juga oleh Kepala Sekolah SMK SMF Indonesia, apt. Ratih Dwi Lestari, M.Farm., Gr, para dosen pembimbing lapangan, Prof. Dr. apt. Zullies Ikawati, Prof. Dr. apt. Arief Nurrochmad, M.Si., M.Sc dan apt. Muhammad Novrizal Abdi Sahid, S.Farm., M.Eng., Ph.D. Kepala Sekolah pada sambutannya memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pengabdian ini, karena bermanfaat bagi siswa serta berharap agar kegiatan serupa dapat dilaksanakan kembali secara berkesinambungan agar siswa mendapatkan pengetahuan yang lebih luas mengenai farmasi. Prof. Dr. apt. Zullies Ikawati menyampaikan ucapan terimakasih kepada kepala sekolah dan seluruh siswa SMK SMF Indonesia yang bersedia menerima kegiatan pengabdian dan mengikuti kegiatan dengan antusias hingga selesai.

Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan pemberian pre-test di awal kegiatan untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal siswa, kemudian dilakukan penyuluhan mengenai penyakit tidak menular dan farmakovigilans. Pemberian edukasi selain dengan cara penyuluhan, juga dilakukan dengan permainan menggunakan media flashcard sebagai alat bantu edukasi agar materi dapat tersampaikan dengan tepat dan menarik kepada siswa. Permainan flashcard diantaranya tanya jawab meliputi materi hipertensi yang merupakan salah satu penyakit tidak menular, membutuhkan pengobatan secara berkelanjutan dengan tujuan mengontrol penyakit bukan menyembuhkan. Obat yang digunakan seperti captopril dapat menimbulkan efek samping yaitu batuk kering yang tidak dapat hilang dengan sendirinya. Efek samping obat dapat terjadi pada semua obat baik obat bebas, obat bebas terbatas dan obat keras, maka pasien diharapkan dapat memperhatikan jika muncul gejala efek samping dan kemudian melaporkannya kepada tenaga Kesehatan, bisa kepada dokter atau apoteker. Apoteker kemudian akan melaporkan kejadian efek samping tersebut kepada BPOM. Dengan dilakukannya kegiatan pengabdian ini diharapkan siswa SMK SMF Indonesia Yogyakarta meningkat tingkat pengetahuan mengenai penyakit, pengobatan serta pengenalan efek samping dan pelaporannya sehingga dapat berpartisipasi dalam peningkatan Kesehatan masyarakat.