Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Pembuatan Produk Kunyit Latte bagi Santri Mahasiswi Pondok Pesantren Bil Qolam Nologaten, Yogyakarta (2025)

Yogyakarta, 19 Oktober 2025, Tim Pengabdian Masyarakat kelompok 8, dari Program Studi Doktor Ilmu Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas Gadjah Mada telah melaksanakan kegiatan pengabdian berjudul “Edukasi Kesehatan Reproduksi dan Pembuatan Produk Kunyit Latte bagi Santri Mahasiswi Pondok Pesantren Bil Qolam Nologaten, Yogyakarta.”

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kepedulian remaja putri terkait kesehatan reproduksi sekaligus memberikan pelatihan kewirausahaan berbasis bahan alam melalui pembuatan produk herbal Kunyit Latte. Program ini merupakan bagian dari upaya kampus dalam mendukung program Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya bidang pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan ini diikuti oleh 25 santri mahasiswi yang dengan antusias mengikuti sesi edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, mengenal mitos dan fakta seputar menstruasi, serta memahami cara menjaga kebersihan organ reproduksi. Ketua tim pengabdian, Rahmat A. Hi Wahid, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesehatan reproduksi sejak dini, sekaligus menginspirasi para santri untuk mengembangkan produk herbal berbasis bahan alam, seperti kunyit, yang bernilai ekonomi dan menyehatkan. “Hari Minggu pun tetap semangat belajar, karena Allah SWT akan memuliakan hamba-hamba-Nya yang beriman dan berilmu. Santri tidak hanya dituntut untuk sehat secara fisik, tetapi juga memiliki keterampilan dan kreativitas agar dapat berdaya serta mandiri secara ekonomi,” ujarnya. Kelompok 8 pengabdian masyarakat prodi DIF yang beranggotakan : Rahmat A.Hi Wahid, Framesti Frisma Sriarumtias, Ika Trisharyanti Dian Kusumowati, Rosa Adelina, dan Sri Suprapti, dengan dosen pembimbing Bp Puguh Indrasetiawan, Bp Adhyatmika, dan Bp Soni Siswanto.

Selain itu, pengasuh Pondok Pesantren Bil Qolam, Dr. H. Muhsin, S.Ag., M.A., M.Pd, turut memberikan sambutan. Beliau menyampaikan bahwa mahasiswi yang tinggal di pondok diharapkan dapat membuat catatan atau artikel sesuai bidang keilmuan masing-masing, sehingga tidak hanya fokus pada kegiatan belajar dan mengaji, tetapi juga mengasah kemampuan menulis secara baik dan terstruktur.

Narasumber, Ibu Sri Suprapti, menjelaskan tentang gangguan reproduksi pada wanita seperti dismenore, endometriosis, PCOS berikut tanda gejala yang menjadi penyerta seperti nyeri perut dan keputihan tidak normal. Dipaparkan juga terkait siklus menstruasi, mitos dan fakta seputar gangguan menstruasi. Narasumber kedua,  Ibu Framesti menjabarkan peran bahan alami seperti kunyit dalam meredakan nyeri pada saat menstruasi dan menjaga keseimbangan hormonal. Pada sesi ini peserta mengikuti dengan antusias, terjadi diskusi dua arah antara narasumber. Peserta mengkaitkan materi yang dipaparkan dengan kejadian keseharian yang pernah dialami, antara lain mengapa lama siklus haid berbeda beda, apakah nyeri haid berkaitan dengan kesuburan seorang wanita, apakah keputihan merupakan tanda penyakit keganasan, apakah keputihan yang berwarna berbahaya. Keaktifan peserta dalam sesi edukasi ini menunjukkan bahwa materi yang dipaparkan memang dibutuhkan dalam keseharian mereka.

Pada sesi kedua, peserta mengikuti pelatihan pembuatan produk Kunyit Latte — minuman fungsional berbasis kunyit (Curcuma domestica) yang memiliki efek antiinflamasi, antioksidan, dan berpotensi meningkatkan daya tahan tubuh. Para santri diajak untuk mempraktikkan proses formulasi sederhana yang higienis dan ekonomis, sehingga produk ini dapat dikembangkan sebagai peluang usaha mandiri di lingkungan pesantren. Resep yang digunakan dalam pembuatan produk kunyit latte ini adalah Bahan : 1 liter susu full cream atau 1 Liter Krimer (Krimer + Air), 1 sdm kunyit bubuk, 1 batang kayu manis, 1 ruas jahe, ½ sdt kayu manis bubuk, 2 sdm madu murni. Cara Pembuatan:

✨Masukkan susu ke dalam panci, aduk agar susu di bawah permukaan panci tidak lengket, masak kira-kira 1-2 menit. Bila menggunakan susu plant based hindari memasak sampai mendidih, agar teksturnya tetep creamy

✨Masukkan rempah-rempah, masak sekitar 8 menit dengan api sedang kecil sambil diaduk, kecilkan api biarkan lagi selama 2 menit.

✨Matikan api, biarkan dulu supaya uap panasnya hilang dan bumbu dengan susunya lebih menyatu

✨Tambahkan pemanis. Bisa gunakan raw honey atau stevia (sesuai selera dan kebutuhan). Saring agar hasilnya lebih kuning merata warnanya.

✨Tuang ke gelas. Boleh kasih sprinkle biar cantik (bubuk kayu manis/kunyit, bunga kering, whipped cream, dll).

Perlu diperhatikan untuk pemanasan produk yang menggunakan susu sebaiknya menggunakan api kecil, dan tidak perlu lama. Hal ini karena susu akan rusak jika mencapai suhu tinggi. Kunyit yang digunakan boleh berupa bubuk kunyit atau yang rimpang. Produk kunyit latte yang dibuat merupakan ide baru sebagai upaya mendekatkan potensi jamu atau produk tanaman obat tradisional ke kalangan remaja. Dengan inovasi ini diharapkan remaja atau mahasiswa akan lebih tertarik untuk mengkonsumsi ramuan tradisional sebagai salah satu upaya menjaga kesehatan.

Kegiatan PKM ini ditutup dengan membagikan produk kunyit latte serta booklet edukatif tentang kesehatan reproduksi kepada peserta. Bagi peserta dengan nilai post-test terbaik, peserta aktif dalam diskusi, serta peserta yang membantu dalam proses pembuatan kunyit late mendapatkan hadiah dari panitia.  Panitia juga menyerahkan kenang-kenangan kepada pihak Pondok Pesantren sebagai ucapan terimakasih atas terselenggaranya kegiatan pengabdian masyarakat ini. Sebagai timbal balik, pengasuh pesantren juga mengapresiasi positif atas kegiatan PKM program Doktoral Farmasi UGM serta menyatakan kesediaannya jika kegiatan serupa dilaksanakan kembali.